02.06.2026
adminutama

Oleh Denie Kristiadi | Published 08-04-2021
DAFTAR ISI ARTIKEL
Judul diatas adalah hal yang benar-benar normal dan sama sekali bukan kejahatan: Ilmuwan dari Pentagon mengirim panel surya seukuran kotak pizza ke luar angkasa untuk menguji apakah mungkin mengirim listrik luar angkasa kembali ke Bumi.

CATATAN PENTING
Luar Angkasa Sumber Energi Melimpah
Panel surya ini secara resmi disebut Photovoltaic Radiofrequency Antenna Module (PRAM), dan dirancang untuk menangkap cahaya biru yang kuat di ruang angkasa yang tidak melewati atmosfer. Ilmuwan angkatan laut meluncurkannya Mei lalu menggunakan drone misterius yang disebut X-37B, dan saat ini mengelilingi Bumi setiap 90 menit. Jadi saat Anda sedang membaca artikel, ada panel surya kecil yang mengelilingi planet kita.

Menurut CNN, Pentagon memutuskan eksperimen PRAM berhasil — benda seukuran kotak pizza tersebut memang menangkap daya. Para ilmuwan menegaskan bahwa panel surya kecil itu dapat menghasilkan energi 10 watt, cukup untuk menyalakan iPad, meskipun mereka belum menguji transmisi kembali ke Bumi melalui gelombang mikro. Anda pasti bertanya-tanya, berapa banyak energi bahan bakar fosil yang mereka keluarkan untuk penelitian ini?
Proyek Energi Terbarukan Jangka Panjang
Para ilmuwan ingin mengirim lusinan panel ini untuk mengorbit Bumi, dan mereka mengatakan jika mereka mengembangkan penelitian ini lebih jauh, itu dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk mengisi seluruh kota.
Jika para ilmuwan Departemen Pertahanan berhasil memasukkan lebih banyak panel surya ke orbit, mereka dapat memasok energi listrikke bagian mana pun di Bumi. Para ilmuwan mengatakan bahwa program tersebut dapat digunakan untuk membantu di tempat-tempat yang terkena bencana alam. Departemen Pertahanan juga menegaskan penelitian ini bukan hanya untuk militer tapi juga digunakan untuk beberapa hal yang berhubungan dengan sipil, khususnya internet.
Jika dimanfaatkan untuk militer, panel ini bisa digunakan untuk menggerakkan pangkalan militer. Kemampuan lain yang sedang diteliti termasuk menjaga agar kapal Angkatan Laut terus bergerak di sekitar lautan, mengembangkan bahan bakar sintetis, dan menyalakan drone untuk terus “terbang tanpa batas,” yang terdengar sangat hebat sekaligus mengerikan.