Mengenal Sistem PLTS Atap On-Grid

 

Jika tertarik ingin memasang sistem tenaga surya on-grid, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan khusus. Pertama, apa itu on-grid dan kedua cara kerja on-grid.


Pertama, Apa itu On-Grid

Pada dasarnya, panel surya on-grid adalah sistem tenaga surya yang menggunakan rangkaian panel PV untuk menghasilkan listrik dari matahari. Sistem tenaga surya on-grid ini tetap terhubung dengan jaringan PLN yang mengoptimalkan energi dari panel surya untuk menghasilkan energi listrik secara maksimal.

Kedua, Bagaimana Cara Kerja Sistem Tenaga Surya on-grid

Perangkat utama yang diperlukan untuk membuat sistem energi surya on grid adalah panel fotovoltaik (panel PV), inverter dan meteran exim. Sistem on-grid bekerja dalam dua cara - pasokan listrik mengalir dari jaringan PLN yang terhubung ke rumah dan dari rumah ke jaringan PLN. Kelebihan ini membuat sistem on-grid secara harga terjangkau dan pemasangan lebih mudah. Panel surya dipasang di atap rumah dan terkoneksi ke jaringan listrik PLN.



Cara kerja on-grid adalah panel surya mengubah sinar matahari menjadi arus listrik searah, yaitu Direct Current (DC). Arus ini kemudian dikirim ke inverter. Inverter surya kemudian mengubah DC menjadi arus listrik bolak-balik Alternating Current (AC), kemudian menyalurkan arus tersebut ke berbagai perangkat elektronik di rumah. Listrik ini kemudian dialihkan ke jaringan untuk penggunaan sehari-hari.

Ketika panel menghasilkan energi yang berlebih dari kebutuhan harian kita, kelebihan listrik tersebut akan dikirim otomatis ke jaringan PLN. Saat malam hari ketika kebutuhan beban tinggi dan panel surya tidak bekerja optimal, secara otomatis, listrik yang berasal dari jaringan PLN akan digunakan.

Solar inverter berfungsi untuk mengatur aliran listrik, sehingga daya dari panel surya selalu menjadi prioritas daripada listrik dari jaringan PLN. Hanya saja sistem on-grid tidak akan berfungsi jika terjadi pemadaman listrik dari jaringan PLN.



Skema PLTS Atap dengan Meter EXIM

Pengguna Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap on-grid bisa mengekspor kelebihan listrik yang dihasilkan ke PLN dengan menggunakan meter ekspor-impor (EXIM). Kelebihan listrik tersebut dapat digunakan untuk mengurangi tagihan listrik bulanan. Dengan kata lain pengguna sistem on-grid sudah bisa mengekspor-impor listrik ke dan dari PLN dan membuat pengguna PLTS Atap dapat menghemat tagihan listrik.



Kondisi diatas terealisasi berkat terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Oleh Konsumen PT PLN (Persero). Kebijakan ini merupakan peraturan terbaru mengenai implementasi pemanfaatan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap.



Ada beberapa ketentuan di Permen ESDM no.49 ini, salah satunya kapasitas sistem PLTS Atap dibatasi paling tinggi 100% dari daya tersambung konsumen PLN. Ini ditentukan dengan kapasitas total inverter. Energi listrik pelanggan PLTS Atap yang diekspor dihitung beradasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dikali 65%.

Dengan kata lain setiap listrik yang dialirkan pelanggan PLTS Atap ke PLN hanya dihargai 65% dari total listrik dijual.


PLTS Atap untuk Golongan Industri

Permen ESDM no.16 tahun 2019 mengatur konsumen PLTS Atap dari golongan industri hanya dikenai biaya kapasitas yang dibayar setiap bulan. Artinya, konsumen dari golongan industri tak lagi dikenai biaya pembelian energi listrik darurat. Terdapat juga skema penghitungan biaya kapasitas pemasangan PLTS Atap dimana batas beban minimum listrik menyala dalam satu bulan ditetapkan sebesar 5 jam yang sebelumnya 40 jam.



Ketika beban minimum pemakaian listrik masih dietapkan sebanyak 40 jam, pengembalian modal pemasangan PLTS Atap memakan waktu sekitar 11 tahun. Sekarang beban minimum pemakaian listrik telah berkurang 5 jam, modal pengembalian bisa dipersingkat menjadi 8-9 tahun. Sedangkan jika biaya kapasitas sepenuhnya dihilangkan, maka pengembalian modal hanya butuh waktu 6-7 tahun.

Lebih jauh lagi, dalam pasal 6 ayat 2 Permen no.49 tahun 2018, energi listrik pelanggan PLTS Atap yang diekspor dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter EXIM dikali 65% atau 0,65. Artinya, 1 watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan mengurangi harga lisrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya.



Keuntungan Sistem Surya On-Grid

1. Tagihan Listrik Rendah

Meskipun sistem PLTS Atap terhubung ke jaringan PLN, konsumen cukup membayar kelebihan listrik yang di konsumsi. Tagihan yang dihasilkan bulanan terdapat biaya yang harus dibayarkan. Namun, pada saat yang sama jika konsumen menggunakan lebih sedikit listrik, kelebihannya diekspor ke jaringan PLN.

2. Perawatan mudah

Sistem tenaga surya on-grid memiliki jumlah komponen paling sedikit ditambah pemasangan sederhana. Tidak adanya baterai membuat perawatannya cukup mudah.

3. Penghasilan pasif 

Dengan koneksi ke jaringan PLN, konsumen dapat menghemat biaya listrik tiap bulannya. On-grid tidak hanya membuat tagihan listrik turun tetapi kelebihan listriknya dapat dimanfaatkan dibulan berikutnya.

4. Pemasangan Mudah

Sistem surya on-grid paling hemat biaya dan mudah untuk dipasang. On-grid merupakan sistem yang ideal untuk rumah tangga karena biaya yang dibebankan dapat kembali dengan cepat melalui skema ekspor-impor.


Related Article

Categories