Menghitung Penghematan Biaya Listrik Per Panel Surya

 

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah bisa menghemat listrik PLN hingga 30 persen. Hal ini tentu cukup menggiurkan bagi masyarakat atau pelaku usaha yang ingin hemat tagihan listrik PLN tanpa perlu mengorbankan penggunaan listrik. Sebab sebagian asupan listrik bisa disuplai oleh PLTS yang dipasang di atap rumah atau ditempat usaha. 

 


Jumlah panel surya diatas 10 kWp biasanya digunakan oleh para pelaku usaha untuk membantu asupan listrik produksi. Sementara untuk kepentingan rumah non usaha, biasanya penggunaan panel surya bisa lebih kecil dari 10 kWp sesuai kebutuhan. Dengan begitu biayanya juga akan lebih murah.

 

 

Estimasi Penghematan Per Modul Surya

 

Estimasi harga pasang panel surya beragam, tergantung produknya. Ada yang murah dan biaya investasinya kecil, tapi jelek kualitasnya. Ada juga yang mahal atau relatif tinggi biaya investasinya tapi awet dan tahan lama.

 

Jumlah penghematan listrik yang bisa didapatkan dari PLTS sangat tergantung dari luas atap yang tersedia, karena luas atap menentukan jumlah Modul Surya yang bisa dipasang. Pada prinsipnya, semakin luas atap yang tersedia semakin besar penghematannya.

 


Namun ada cara yang lebih mudah untuk memperkirakan penghematan yaitu dengan menghitung Penghematan Per Modul Surya. Dalam contoh ini kami membuat tiga asumsi:

 

1. Spek modul surya menggunakan ICA310-60M, 60-sel, dengan ukuran 1.64m x 0.99m

2. Peak-Sun Hours rata-rata di Jakarta adalah 3.5/kWh/kWp/hari

3. Tarif Tenaga Listrik (TTL) adalah Rp 1.467/kWh.

     ○ Penghematan Per Modul / Hari = 0.31kWp (310Wp) x 3.5PSH x Rp 1.467/kWh =

        Rp 1.592,-

     ○ Penghematan Per Modul / Bulan = Rp 1.592 x 30 hari = Rp 47.760,-

     ○ Penghematan Per Modul / Tahun = Rp 47.760,- x 12 bulan = Rp 573.120,-

 

● Misalkan luas atap yang tersedia di rumah adalah 20 meter persegi, dengan dimensi

modul surya 1.64m x 0.99m atau area 1.62 meter persegi, berarti atap bisa menampung

sekitar 12 (20 ÷ 1.62) modul surya ICA310-60M menjadikan kapasitas PLTS sebesar

3.72kWp (12pcs x 310Wp).

    ○ Penghematan 3.72kWp per Bulan = 3.72kWp x 3.5 PSH x 30 Hari x Rp

       1.467/kWh = Rp 573.010,-/bulan

    ○ Penghematan 12 Modul Per Bulan = Rp 47.760,- x 12 modul = Rp 573.120,-

    ○ Bisa disimpulkan nilai akhir penghematannya hampir sama.

 

● Tabel penghematan per modul ICASolar*

 

 

*Asumsi PSH 3.5kWh/kWp/hari dan TTL Rp 1.467/kWh

 

Didukung Penuh oleh Pemerintah

Pemerintah mengajak masyarakat untuk memasang PLTS Atap, karena selain mendukung program energi bersih yang bersumber dari energi terbarukan, pemasangan PLTS Atap juga dapat menghemat tagihan listrik bulanan. Kalau kita pasang PLTS Atap juga akan menghemat tagihan listrik, dan juga bisa impor-ekspor dengan PLN.

Tak hanya gedung perkantoran, kini perumahan pun bisa memasang PLTS Atap yang on-grid dengan jaringan listrik PLN, yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN. Melalui peraturan ini, masyarakat juga bisa membayar tagihan listrik lebih murah melalui mekanisme "ekspor-impor" listrik dengan PLN. Besaran penghematan berbeda-beda tergantung pada kapasitas daya yang dihasilkan serta besaran penggunaan listrik keseluruhan.

 


Selain memberikan peluang masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, kebijakan Pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan peran energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, percepatan peningkatan pemanfaatan energi surya, mendorong pengembangan bisnis dan industri panel surya, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

 

Daya yang dihasilkan dari PLTS Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65% dari total daya yang dihasilkan oleh PLTS Atap. Artinya 1 watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan langsung mengurangi harga listrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya. Sehingga pengguna hanya membayar sisanya ditambah dengan biaya penggunaan listrik dari PLN. Dengan demikian tagihan listrik akan lebih murah.

 

 

Lebih Hemat, Lebih Baik!

 

Penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) solar cell akan meningkatkan efisien biaya listrik rumah tangga dan perusahaan. Dari sisi lingkungan, pembangkit listrik tenaga surya juga akan menekan produksi karbondioksida.

 


Sudah semakin banyak rumah di Indonesia yang memasang solar panel di atap. Dengan panel surya, kebutuhan listrik rumah tangga dari pagi sampai sore bisa terpenuhi dari sinar matahari dan otomatis tagihan listrik pun jadi berkurang.




Related Article

Categories