Pada umumnya tipe baterai yang sering digunakan adalah tipe baterai sekunder karena dapat diisi ulang dan sesuai untuk sistem modul surya. Modul surya akan mengisi daya baterai dan pengguna dapat memanfaatkan energi yang tersimpan pada baterai tersebut. Baterai sekunder yang banyak diaplikasikan dalam sistem modul surya adalah baterai Lead Acid dan baterai Li-ion. Baterai Lead Acid, baterai yang menggunakan asam timbal (lead acid) sebagai bahan kimia. Ada 2 jenis baterai Lead Acid yaitu Starting Battery (aki otomotif) dan Deep Cycle Battery (aki industri).

Deep Cycle Gel Series

50Ah – 200Ah

Baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) ini sangat cocok untuk diaplikasikan dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Kemasannya compact (padat) membuat baterai jenis ini tidak memerlukan perawatan lebih. 

OPzV

800Ah – 3000Ah

Baterai OPzV adalah baterai yang mempunyai daya tahan dan performa yang tinggi. Jenis baterai ini didesain per sel DC 2V dan dapat dikombinasikan secara seri-paralel untuk mendapatkan daya tegangan dan arus sesuai kebutuhan.

Read more

LiFePO4

12V – 48V

Lithium-iron-phosphate (LiFePO4 atau LFP) adalah jenis baterai li-ion arus utama yang paling aman. Tegangan nominal sel LFP adalah 3,2V (timbal-asam: 2V / sel). Sebuah baterai LFP 12,8V terdiri dari 4 sel yang terhubung secara seri; dan baterai 25,6V terdiri dari 8 sel yang terhubung secara seri.

Read more

Close Menu